Header Ads

Gugatan Petani Sawit Kepada PT KGP Terus Berlanjut

SANGGAU - REPORTASE. ID. Aktivis SPKS (Serikat Petani Kelapa Sawit) M. Yusriandi dan Yohanes Marin datangi Kantor Desa Tanap, Senin (11/9/2017), koordinasi perihal gugatan dari Kelompok Petani Kelapa Sawit Desa Tanap terhadap PT. Kebun Ganda Prima (KGP).

Yusriandi menyampaikan, ada 384 orang penggugat yang berasal dari empat desa di wilayah Kecamatan Tayan Hulu dan Kecamatan Kembayan, yakni Desa Pandan Sembuat, Desa Kedakas, Desa Riai dan Desa Tanap yang berkasnya sudah masuk di Pengadilan Negeri Sanggau dengan Pendaftaran Nomor: 10/Pdt G/2017/PN Sang, tanggal 31 Mei 2017.

"Sidang gugatan terhadap PT. KGP perihal Wan Prestasi (Ingkar Janji) ini sudah memasuki sidang yang kedelapan dan besok (12/9/2017) sidang yang kesembilan" paparnya.

Gugatan ini disampaikan karena petani belum mendapatkan lahan plasma sesuai janji pihak PT. KGP. Oleh karena itu melalui Forum Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (FORNAS - SPKS) sudah disampaikan surat kepada Bupati Sanggau (Ketua TP4K)  dan Ketua DPRD Sanggau tentang permohonan Fasilitasi penyelesaian Kasus PT. KGP dengan petani plasma (SPKS).

Selain itu SPKS juga menggugat karena ada oknum PT. KGP dan KUD Semegah yang menjual lahan sawit tanpa sepengetahuan masyarakat penyerahan tanah.

Yohanes Marin menerangkan, berdasarkan data saat ini ada lahan seluas 1.255, 053 Ha yang sedang diperjuangkan karena merupakan hak para petani sawit, data ini bisa saja bertambah jika semakin banyak petani yang juga bergabung bersama SPKS untuk menuntut haknya.

Kades Tanap Bewianus, S. Th., mengingat, silakan saja SPKS memperjuangkan hak petani asalkan dalam memperjuangkan hak tersebut tetap memperhatikan aturan yang berlaku. (NdN)

Diberdayakan oleh Blogger.