Header Ads

Yoseph Andi, SP : Lembaga Adat Penengah Penyelesaian Konflik Masyarakat Adat

SANGGAU - REPORTASE.ID, Menyikapi hasil mediasi yang difasilitasi oleh DAD dan MABM Kecamatan Kembayan di GPU Benua Sompe Kembayan, membahas proses pemecatan karyawan bagian grading PT. TBS, Kamis 24 Augustus 2017 lalu, Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP., ditemui REPORTASE.ID., Jumat (25/8/2017), menegaskan bahwa prinsif dari DAD dan MABM dalam memperjuangkan penegakan hukum tentunya tidak melanggar hukum dan setiap permasalahan hendaknya diselesaikan berdasarkan musyawarah dan mufakat secara kekeluargaan.

"Lembaga masyarakat adat mengupayakan agar penyelesaian permasalahan yang muncul tidak memuat efek ganda misalnya gangguan kamtibmas, sosial dan lain-lain yang merugian berbagai pihak," ujarnya. 

Masyarakat Adat mengharapkan, hadirnya perusahaan di wilayah Kembayan mendatangkan perubahan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, mengurangi penganguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Perusahan hadir diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pada kenyataannya sebagai contoh setelah pabrik beroperasi, komunikasi antara Manajemen PT. TBS dan Tokoh Masyarakat tidak berjalan secara intensif dan hal inilah yang sering membuat terjadi kesalahpahaman," ungkapnya

Harapan para tokoh masyarakat dan tokoh adat agar pihak Manajemen PT.  TBS meninjau kembali PHK terhadap karyawan.

"Jangan hanya melihat asfek ekonomi saja,  namun asfek sosial, budaya dan kearifan lokal juga jadi pertimbangan dalam mengambil keputusan PHK," harapnya

Posisi Lembaga Masyarakat Adat baik DAD  dan MABM adalah sebagai penengah dalam menyelesaikan konflik dan harus mampu mengakomodir semua kepentingan.

"PT. TBS telah melaksanakan kebijakan tanpa mempertimbangkan sosial, budaya dan kearifan lokal.  Jika hal ini masih terus dilakukan maka dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan bersama" pungkasnya. (NdN).

Diberdayakan oleh Blogger.