Header Ads

Polres Sintang Tangkap Terduga Pemerkosa dan Pembunuh

SINTANG -  REPORTASE. ID,  Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan anak dibawah umur yang tejadi di Sungai Anyer Dusun Selalau Desa Engkitan Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang yang kabur selama kurang lebih 2 (dua) bulan setelah melakukan perbuatan keji akhirnya berhasil ditangkap dan dihadiahi timah panas oleh Satuan Reskrim Polres Sintang,  Kalimantan Barat.

Kronologis kejadian dan penangkapan tersangka NN (42), langsung di sampaikan oleh Kapolres Sintang AKBP Sudarmin,SIK,MH didampingi Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto, SIK, MH, dihadapan para awak media pada saat Press Release, bertempat di Balai Kemitraan polres Sintang, Rabu (23/8/2017).

Seperti diketahui bahwa kejadian yang berlangsung pada Jum'at (16/06/17) lalu. Saat itu pelaku yang berinisal NN (42) mengajak korban ke Sungai Anyer dengan berboncengan menggunakan sepeda motor dengan alasan dipanggil bibi korban untuk mansai/mencari udang di Sungai Anyer.

Sesampainya di Sungai Anyer pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban sekitar 15 menit dan mengeluarkan sperma, setelah itu pelaku membunuh korban dengan cara mencekik dan mematahkan leher korban. Setelah korban meninggal dunia pelaku mengikat tangan korban dan membuangnya di Sungai Anyer.

Keluarga korban yang belum mengetahui kejadian tersebut bersama warga beramai - ramai melakukan pencarian terhadap korban, dan pada keesokan harinya yaitu pada hari Sabtu (17/06/17) korban ditemukan didalam Sungai Anyer dengan posisi telungkup dan tangan terikat kain.

"Pelaku sempat kembali kerumah korban dan mengambil barang milik korban berupa 1 unit laptop merk Acer warna hitam, 1 unit Hp Samsung Duos warna putih dan uang sejumlah Rp.1.000.000 sebelum pelaku kabur menggunakan sepeda motor Honda Revo milik istri sirinya dan menuju ke Singkawang" jelas Kapolres Sintang AKBP Sudarmin, SIK, MH.

Satuan Reskrim Polres Sintang pada Sabtu (19/08/17) mendapatkan informasi bahwa pelaku bekerja dikebun yang terletak didusun Sempadung Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas. Setelah mendapatkan informasi tersebut Satuan Reskrim Polres Sintang melakukan penyelidikan dan setelah informasi cukup jelas kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap Tersangka dan melakukan pencarian Barang Bukti yang juga di back up oleh Satuan Reskrim Polres Sambas dan Satuan Reskrim Polres Singkawang.

"Berdasarkan dari Keterangan Saksi - saksi, Barang Bukti dan Keterangan dari Tersangka telah didapatkan cukup bukti bahwa Tersangka telah melakukan Tindak Pidana Permerkosaan anak dibawah umur dan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau setidaknya melakukan penganiayaan berat yang menyebabkan kematian orang lain" terang Akbp Sudarmin, SIK,MH.

Ditambahkan oleh orang nomor satu di Polres Sintang ini, bahwa pada saat penangkapan sempat terjadi perlawanan dari Tersangka NN, akibatnya petugas melepaskan sebutir timah panas untuk melumpuhkan tersangka dan mengenai betis kanan tersangka.

Pada saat yang sama, Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto,SIK,MH menyampaikan terhadap tersangka NN (42) dikenakan Pasal 80 ayat (3), ayat 4, 81 UU RI no. 17 /2016 tentang perubahan kedua UU RI no. 23/2002 Tentang Perlindungan anak (diancam pidana penjara paling lama 15 Tahun dan denda paling banyak 5 Milyar ) dan atau pasal 338 KUHP ( ancaman Penjara selama lamanya paling 15 tahun).

Menutup press release kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang digelar diruang Balai Kemitraan, Kapolres Sintang sangat prihatin dan turut berduka cita atas kejadian tersebut serta bersyukur pelakunya sudah diamankan, dirinya menghimbau agar para orang tua selalu melakukan pengawasan,  kontrol dan monitor terhadap kegiatan anak-anaknya agar tidak terulang kembali kejadian serupa.

"Jangan dilepas begitu saja, tapi lakukan pengawasan, jangan sampai anak-anak kita menjadi korban dan pelaku kejahatan, seperti terjebak pada narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja dan perbuatan kriminal lainnya,"himbau Kapolres Sintang.  (Alex Hariyanto)

Diberdayakan oleh Blogger.