Header Ads

Pemkab Sintang dan Forkopimda Apel Gabungan Penanggulangan Karhutlah

SINTANG - REPORTASE.ID, Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat bersama jajaran POLRI dan TNI menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Bina Karuna Kapuas 2017 Dalam Rangka Penanggulangan Dan Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan di Lapangan Makodim 1205/Stg, Jumat (4/8).

Dalam sambutan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat yang dibacakan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kalimantan Barat telah menyebabkan berbagai kerugian materiil yang cukup besar, kerusakan ekosistem dan terganggunya kegiatan perekonomian di daerah Kalimantan barat khususnya.

�Tak hanya di Indonesia, dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan juga dirasaan langsung oleh negara tetangga seperti di Singapura dan Malaysia,� ujarnya.

Ia mengatakan titik Data sementara dari aplikasi android lapan Fire Hotspot per tanggal 2 Agustus 2017, terdapat 13-28 hotspot yang di daerah Kubu Raya, kapuas Hulu, Ketapang dan Sintang.

�Wilayah yang rentan dengan adanya Karhutla adalah Area Peralihan Lain (APL). Untuk itu, perlu sinergitas semua pihak untuk mencegah maupun menanggulangi permasalahan karthula yang ada di wilayah Kalimantan Barat,� tuturnya.

Salah satu cara mencegah dan menanggulang adanya karhutla di Kabupaten Sintang adalah dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Bina Karuna Kapuas 2017 Dalam Rangka Penanggulangan Dan Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan.

�Saat ini kita lebih baik mencegah agar untuk tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, kalau lah sampai terjadi kebakaran akan sulit untuk dipadamkan maka dari itu kita sudah disiapkan satu unit helicopter bomber untuk memadamkan api dan di siapkan di bandara Kabupaten Melawi,� ungkapnya.

Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin mengatakan berdasarkan data satelit LAPAN, untuk wilayah Kabupaten Sintang satu bulan terakhir bahwa ada titik hotspot api yang terjadi di wilayah Kecamatan Ketungau hulu dan Ketungau Tengah.

�Hotspot yang ada itu bukan dari kawasan perkebunan, maka dari itu mari kita bersama-sama saling bersinergi untuk memerangi dan mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan untuk di Kabupaten Sintang,� tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya Polres Sintang telah menyiapan 500 personil untuk terjun langsung terlibat dalam pengecekan kebakaran hutan dan lahan.

�Ini merupakan langkah kita bersama dalam melakukan penanggulangan Kebaaran Hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Sintang,� tukasnya.

Hadir dalam kegiatan upacara penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2017 ialah, Kapolres Sintang, Komandan Kodim 1205 Sintang, Wadireskrimsus Polda Kalimantan Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. (Alex)

Diberdayakan oleh Blogger.