Header Ads

Modus Tipu Tipu, Komplotan Sales Lem Kelabui Pemilik Toko Yani

SINTANG -  REPORTASE. ID,  Seorang pria yang mengaku bernama Ali, ia juga mengaku sebagai pemilik usaha perkebunan sawit di daerah Desa Nobal Kabupaten Sintang yang ingin membeli perlengkapan makan untuk karyawan Sawit berupa Kotak bekal bulat/rantang untuk nasi, botol air minum 1,5 Liter, Sendok stainlestil dan 'Lem Serbaguna Merk Rajawali' sebanyak 30 Kotak.

Dari ke-4 jenis barang tersebut yg tersedia di Toko Yani Jalan Patimura Kelurahan Tanjung Puri Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang hanya 3 barang saja, yang tidak ada hanya 'Lem Serbaguna Rajwali', tetapi Pembeli bernama Ali ngotot agar pemilik toko dapat menyediakan barang tersebut, dan pemilik toko mengatakan akan mencarikan barang tersebut dan  Pembeli bernama Ali tersebut pun pergi dengan meninggalkan nomer Handphone pada secarik kertas dan mengatakan jika sudah ada barangnya segera hubunginya dinomer tersebut.

Selang 1 (satu) jam berjalan, datanglah dua orang laki-laki yang mengaku sales dari Surabaya menawarkan barang-barang, akan tetapi pemilik toko tidak mau karena sudah memiliki sales langganan. Melihat di atas meja masih ada catatan pesanan dari pembeli bernama Ali tadi yg ada menuliskan 'Lem Serbaguna Merk Rajawali' maka kedua laki-laki yang mengaku sales tersebut menawarkan kepada pemilik toko 'Lem Serbaguna Merk Rajawali' tersebut, setelah terjadi kesepakatan harga maka pemilik Toko menelpon Pembeli bernama Ali untuk memastikan apakah jadi membeli 'Lem Serbaguna Merk Rajawali' tersebut dan Ali mengatakan akan mengambil barang pesannya tersebut.

Merasa Pembeli bernama Ali pasti akan mengambil lem tersebut, maka Pemilik Toko pun segera memutuskan harga dengan sales dan terjadi kesepakatan, 1(satu) kotak lem itu harga Rp.350.000,- × 30 Kotak yang berjumlah Rp.10.500.000,-.

Dan Pemilik Toko pun membayar, tetapi sebelum membayar pemilik toko mengatakan kepada kedua seles tersebut untuk mengecek barang terlebih dahulu, tetapi kedua seles mengatakan tidak bisa dan jika segel rusak, maka barang tidak bisa dikembalikan.

Pemilik Toko pun mengikuti kata-kata pelaku dan akirnya membayar barang tersebut dan sekitar pukul 16.00 wib, pemilik toko menghubungi pembeli bernama Ali ke nomer handphone yang telah ditinggalkannua namun hingga saat ini nomer handphone tersebut sudah tidak aktif. Atas kejadian tersebut pemilik toko merasa ditipu dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sintang.

Kapolres Sintang AKBP Sudarmin SIK, MH melalui Paur Subbag Humas Polres Sintang Iptu Hariyanto menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati kepada orang yang tidak dikenal dan tidak pernah berkomunikasi dan tiba-tiba datang dan melakukan transaksi jual beli.

"Sementara semuanya belum jelas, barang seperti apa, orang yang mau pesan tidak dikenal dan datang sales yang tidak dikenal lalu melakukan penawaran barang, semua harus teliti dan berhati hati jangan terpengaruh dengan keuntungan, namun akhirnya malah ketipu" katanya.

"Jaman sekarangkan sudah canggih hampir rata-rata handphone punya kamera, jadi jika melakukan transaksi apalagi dengan orang yang baru dikenal silahkan saja kita dokumentasikan orang baru tersebut, jika ka berniat baik tentu ia tidak keberatan untuk difoto begitupun sebaliknya jiak tidak baik maka dia akan cari alasan untuk tidak mau difoto dan kepada para pemilik usaha seperti toko - toko sedapat mungkin pasang CCTV agar bisa memonitor keluar masuknya orang ditoko tersebut," imbuhnya. (Alex)

Diberdayakan oleh Blogger.