Header Ads

8 Karyawan Dipecat, DAD dan MABM Fasilitasi Ter-PHK dan PT TBS

SANGGAU - REPORTASE. ID. Bertempat di GPU Benua Sompe Kantor Camat Kembayan, DAD dan MABM Kecamatan Kembayan memfasilitasi pertemuan antara pihak PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) dan 8 orang Eks Karyawan bagian Sortasi (Grading) yang diberhentikan,  Kamis (24/8/2017).

Pertemuan ini menghadirkan juga Forkopimcam Kembayan, Temenggung Panco Bunuo, Temenggung Tatei Jabu, Temenggung Tiok Ma' Pangkas, Temenggung Ne' Ria Sinir serta pihak Manajemen PT. TBS.

Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP., selaku pimpinan musyawarah dalam pengantarnya mengatakan pertemuan ini dilaksanakannya berdasarkan surat yang disampaikan oleh Karyawan bagian Sortasi (Grading) yang berjumlah 8 (delapan) orang di-PHK per 7 Augustus 2017 Lalu.

"DAD dan MABM memediasi, memfasilitasi pertemuan ini sebagai tindaklanjut atas surat dari Karyawan ke Manajemen tertanggal 10 Augustus 2017 yang disampaikan kepada DAD mempertanyakan PHK sepihak dari PT.  TBS terhadap satu Department bagian Grading" katanya.

Surat yang dimaksud disampaikan pihak Eks Karyawan kepada DAD dengan tembusan Forkopimcam Kembayan karena Surat yang disampaikan ke pihak Manajemen PT. TBS tidak direspon.

Ketua MABM Usman Iting menyayangkan PHK terhadap delapan Karyawan bagian Grading PT. TBS.
"Semestinya hal ini dikomunikasikan dengan baik sehingga tidak sampai satu department di-PHK karena belum tentu semuanya berbuat salah" ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dewantoro Temenggung Tatei Jabu. Dalam dunia kerja kesalahan tetap ada, hendaknya pihak pemberi kerja juga melakukan pembinaan terhadap karyawan.  "Jika memang ada kesalahan pasti ada tahapan dalam memberikan sanksi, jangan sampai Satu Makan Nangka Semua Kena Getahnya" ujar Dewantoro mengutip pepatah lama.

Di sela-sela pertemuan Yoseph Andi, SP mengingatkan kepada Karyawan PT. TBS yang di-PHK, boleh saja menyampaikan aspirasi namun dengan cara tidak melawan hukum.

"Memfasilitasi pertemuan ini, peran dan fungsinya DAD juga mempertimbangkan permasalahan PHK ini melihat asfek Ekonomi, Sosial dan Keamanan, karena itu kita harus paham untuk menegakkan hukum jangan sampai melanggar hukum" himabunya.

Usman Iting menegaskan, MABM dan DAD dalam posisi netral, tidak mengedepankan ego.
"Karyawan jika bersalah wajib meminta maaf dan Pihak Manajemen juga harus berjiwa besar memberi maaf serta memberi kesempatan kedua bagi karyawan" himbaunya memberi solusi. (NdN)


Diberdayakan oleh Blogger.