Header Ads

10 Bulan Tidak Jelas, Ibu Korban Pembunuhan Datangi Polres Sidoarjo

SIDOARJO - REPORTASE.ID, Muniah, ibu kandung Bagus Dwiyanto (20), pemuda yang jasadnya ditemukan tewas mengapung di sungai Desa Keraton, Kecamatan Krian, mendatangi Mapolresta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (4/8/2017).

Muniah yang didampingi Sumardi, penasehat hukum keluarga korban, mempertanyakan kejelasan kasus kematian Bagus yang diduga dianiaya oleh sekelompok pemuda, sampai kini belum terungkap oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo.

"Kami kesini ingin menanyakan perkembangan kasus siapa yang menganiaya anak saya hingga ditemukan meninggal disungai," kata ibu korban itu sambil meneteskan air mata.
Perempuan asal Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo itu, ingin mengetahui perkembangan perkara putra keduanya itu. "Hanya menanyakan perkembangannya sampai mana, karena ini sudah satu tahun sejak putra saya wafat," tuturnya lirih.

Sumardi menambahkan, pihaknya menduga Bagus Dwiyanto dianiaya oleh sekelompok pemuda sebelum dibuang ke sungai dan ditemukan warga. Penganiayaan itu diketahui sejumlah saksi.
Sambung Sumardi, saksi yang mengetahui persis kejadian itu salah seorang korban lainnya yang juga mengalami pengeroyokan. "Ada korban lain yang juga diduga dikeroyok," tukasnya.
Pihaknya meminta bantuan agar Polresta Sidoarjo benar-benar membantu untuk mengungkap pelaku pengeroyokan hingga membuat korban meninggal dunia.

"Kami berharap agar segera terungkap siapa pelaku atau pembunuhnya. Terus terang ini merupakan beban bagi keluarga," paparnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M. Harris mengaku ada dugaan penganiayaan terhadap korban sebelum ditemukan meninggal dunia. "Sampai kini kasus ini terus kami dalami untuk mengungkap siapa pelakunya," tegasnya.

Harris menambahkan, selama ini pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap adanya dugaan penganiyaan sebelum meninggalnya korban. Tapi pihaknya masih belum menemukan hasil dan bukti yang kuat.

"Kami sudah maksimal. Kendala atau kesulitan bagi kami, belum menemukan saksi yang bersedia memberikan keterangan," imbuh mantan Kapolsek Simokerto Surabaya itu.

Seperti diketahui, mayat Bagus Dwiyanto ditemukan di sungai oleh warga Desa Keraton, Kecamatan Krian, Senin (12/9/2016) lalu. Kondisi mayat korban saat ditemukan sebagian badan mengalami memar. Dugaan petugas saat itu, korban diduga mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia yang jasadnya ditemukan di sungai oleh warga yang saat itu berangkat salat Idul Adha.(har)

Diberdayakan oleh Blogger.